Senin, 17 April 2017

puisi patah hati

ia yang menyakiti 

 cinta berjalan bagaikan alunan waktu setiap detik,
 setiap menit, dan setiap jam jarum itu selalu berputar
 semakin lama semakin sayang
 tapi tidak dengan perasaanku yang semakin lama semakin pudar,
 usang dan tiada lagi rasa sayang itu
 bagaikan dimakan ribuan binatang rayap
 memakan kayu yang semakin lama semakin rapuh
dan habis
 perasaanku yang ada hanya kehancuran
 yang ku rasa kepedihan yang selalu menghatui fikiranku
 sedih membayangkan itu semua
 sakit luka yang dia beri hingga tidak ada satu pun kata maaf
untuk ia yang menyakiti
 membenci untuk semua yang dia beri
 aku ingin pergi pergi dari kenyataan yang tak ingin aku jalani
 dia bukan untuk aku tapi dia untuk orang lain
 hanya penghianatan yang aku terima
 mimpiku, hayalanku, hidupku
 dirusak oleh ia yang menyakitiku
 tak usah kau kembali
 kembalilah kepada yang mencintaimu
 dan cintaku bukan untumu lagi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...