Selasa, 22 Agustus 2017

Kehilangan

Ketika cinta tak lagi berpihak
Aku merasa menyesel...
Dan jarak pun mulai
Bermain dipanggung yang ku buat
Dan kita berpisah

Tak pernah aku bayangkan itu terjadi..
Kau pergi memilih yang terbaik
Terbaik menjadi pendamping masa depanmu

Air mata ini.. Tak seketika jatuh
 mengalir di sisi pipiku
Knpa sesama saudara harus jatuh cinta..
Knpa.. Knpa rasa itu ada.. Knpa..
Dan kini aku terluka merasa kehilangan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Rasa Yang Pernah Ada

Ditempat ini ku merasa tak nyaman
memendam rasa yang dulu
kini di hancurkan
duduk menepi bersandar di bahu tembok
yang diam tak bersuara

Ingin ku berteriak
menghapus rasa yang  pernah ada
terbangun dari terpurukan
yang sekarang ku alami

Aku ingin bebas pergi dari tempat ini
karna meraka yang menyakiti
aku ingin pulang
menangis dan biarkan
mereka tak tau hal ini


Selasa, 15 Agustus 2017

Jarak dan Rindu

Malam ini aku bercengkerama dengan gerimis,
yang rintiknya sejak tadi
seolah memuisikan sebuah rasa
yang membersamai jarak. Rindu.

Bicara soal jarak,
bagi sebagian orang terdengar tak menyenangkan.
Mungkin juga bagiku.
Tetapi itu dulu,
sebelum akhirnya kamu datang
dan memberiku alasan untuk merindu.

Detik itu, masih terekam jelas di kepalaku,
kali pertama aku mulai mengabadikan lengkung senyummu
dalam pigura sederhana di ponselku.
Senyum yang dengannya aku merasa bahagia,
melantarkan mataku seolah enggan
beranjak untuk luput memandanginya.
Namun, lagi dan lagi semua perihal jarak,
yang membatasi ruang pandangku terhadap sosokmu
yang berada dalam radius tak dekat.

Terkadang bahkan seringnya aku
merenungkan satu hal.
Bagaimana bisa rindu memegang peran seperti itu,
ia meluluhlantakkan jarak yang nyatanya terbentang di antara kita.
Ia melipatnya dengan rapi tepat pada tiap sisi serta sudutnya.
Lalu meniadakan ragu,
yang kerap merutuk menghiasi prasangka yang sulit diredam,
sebab raga tak mampu saling mendekap
untuk menenangkan batin satu sama lain.

Karena jika jarak adalah suara paling lantang yang pernah ada,
maka rinduku adalah bahasa kalbu paling bisu adanya.
Bagaimana tidak?
Ia paham betul perihal rasa
antara dua manusia yang tak bisa saling bertatap netra.
Ketika jarak menghadirkan jeda,
maka rinduku menjelma kata yang tak memerlukan
tanda tanya pada akhir kalimatnya.

Rindu ini terus menjalar,
menyisir aliran jarak inci demi inci tanpa alpa.
Masing-masing dari kita tak menjanjikan
bahagia yang sempurna,
tetapi kita percaya bahwa setia dan doa
mampu meleburkan segala kegundahan jiwa.
Jika rindu ini mampu dikirimkan bersama untai bait-bait doa,
maka temu dan hidup bersama kelak akan jadi sebuah muara,
hingga jarak antara kita hanyalah sejauh dua tatap mata
yang bertemu di satu titik yang sama




Senin, 14 Agustus 2017


Penghianatan

Terbuay aku dengan rayuan gombalnya
entah kenapa ku percayai hal itu
padahal aku tau kalo kau tak tulus denganku
beribu kebaikan yang kau beri
tak semanis yang ku bayangkan
kau beri aku harapan
tapi kau juga pula yang MENGHANCURKANNYA
 Pergi.. pergi untuk yang lain
tak usah kau hiraukan aku
biarkan aku sendiri yang menggenggam
janji yang kau beri 
tai kau pula yang MENGHIANANTI


Jumat, 11 Agustus 2017

Penyesalan

kutulis kutipan puisi 
untuk mu yang disana
tetesan air mata yang mengalir 
di pipiku
entah kenapa tak ingin 
berhenti menyesali penyesalanku
 entah kenapa melepasmu
hatiku penuh dengan penyesalan
fikiranku terus menerus
 tumbuh dan hidup di
isi dengan penyesalan

aku tak tau harus gimana
mengapa aku begini
terus menerus dihatui oleh
rasa bersalah di ingatanku 
 dan aku hanya bisa
membeku terdiam dan tak ada 
kata maaaf darimu 
dan kau begitu saja meninggalkanku


Buat kamu korban Kejahatanku

Kamu.. 
memang orang yang baik..
semua orang menganggap kalau kamu memang sosok malaikat 
yang hidup di bumi..
kebaikan hatimu, 
perbuatanmu dan perasaanmu selalu membuat orang lain menjadi terharu..
mungkin dizaman yang mulai hancur ini,
kamu menunjukan kekuatan hati yang begitu suci..
kesucian itu merupakan tanda kalau kamu bukanlah orang yang pantas untuk disakiti..
tapi aku,
aku disini malah sebaliknya..
kehidupanku yang begitu suram tentu semua orang menganggap aku 
setan yang berkeliaran dibumi..
aku selalu dipenuhi dengan amarah, emosi, dan kebencian.. 
semua hal itu membuat banyak orang menjauhiku..
aku ngga tau harus gimana lagi, 
tetapi aku selalu terbawa oleh emosi yang tak terkontrol diri..
suatu hari... 
aku pernah menyakitimu.. 
ibarat kata orang sih.. kita itu malaikat dan iblis jahat..
kamu yang baik selalu menjadi peran malaikat 
dan aku yang jahat pasti digambarkan seperti iblis kejahatan..
perbuatanku memang sungguh keterlaluan.. 
aku pernah menghancurkan hidupmu, 
masa depanmu dan mimpi-mimpi indahmu 
yang harusnya menjadi kenyataan..
aku memang sosok iblis neraka yang begitu murka..
tetapi kamu, dengan mudahnya memberikan senyuman manis kepadaku.. 
kamu malah berterima kasih atas semua hal yang telah aku perbuat terhadapmu..
mungkin hal inilah yang mengetuk pintu hatiku..
dan disaat itulah kobaran api-api disekililing hidupku mulai padam.. 
padam oleh perasaanmu..
aku mulai tersadar dan aku menyesal tentang semua itu..
senyuman manis tadi aku harap menjadi tanda kalau kamu memaafkanku..
tapi aku kini salah, 
ternyata.. kamu memberikan senyuman terakhir itu untuk meninggalkanku..
mungkin kamu sudah lelah, 
kamu mungkin sudah tak memberikan kesempatan lagi bagiku..
tapi niatku untuk meminta maaf kepadamu 
dan kembali dipelukanmu mungkin hanya akan menjadi 
bagian dari mimpi-mimpi indahku.. 
maafkan aku..

Rabu, 09 Agustus 2017

Cinta Sejati

ketika awan terus berhembus dan melayang di langit
aku terus mengingat kenangan yang pernah kita jalani
aku terus berjalan 

berjalan dan terus berjalan untuk terus menata masa depan ku
tampa kamu yang disisinya
aku tak pernah membayangkan hal itu terjadi 
dimana kita tertawa
dan dimana kita bersedih dalam hal masalah

aku kan tetap aku yang dulu terus memcintai kau
memcinta kamu yang terus ada di hatiku
dan itu cinta sejatiku


Pengertian, Usur, dan Ciri-Ciri Puisi

Selamat datang di softilmu blog sederhana yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang “PUISI”, beberapa pembahasan utamanya adalah Pengertian Puisi, Unsur – Unsur Puisi ( Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik), dan Ciri – Ciri Puisi. Langsun saja ya..

A. PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan. Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari – hari, Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan Kata – kata yang digunakan mengandung banyak pengertian. Luasnya pengetahuan pembaca sangat penting saat membaca puisi, karena untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut.

B. UNSUR – UNSUR PUISI
Suatu puisi dibangun berdasarkan 2 unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
1. Unsur Intrinsik Puisi
Secara umum, unsur Intrinsik Puisi dibagi menjadi 7, yaitu :

a. Unsur Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar suatu puisi. Setiap puisi mempunyai banyak hal yang dibahas, namun pasti memiliki satu topik utama dari pembahasan tersebut. Nah Topik Utama itulah yang disebut Tema.

b. Unsur Suasana (Latar)
Suasana adalah unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suatu suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan kepada pembaca atau pendengar. Suasana yang ditimbulkan bisa gembira, sedih, terharu, dll. Semakin tersampaikannya suasana tersebut kepada pembaca atau pendengar, maka semakin bagus puisi tersebut.

c. Unsur Imaji
Imaji merupakan gambaran yang ditimbulkan ketika membaca puisi tersebut. Gambaran yang dimaksud bisa menyentuh pembaca atau pendengar melalui indra manusia, pendengaran, penglihatan, perabaan, dll. Tujuan adanya Imaji adalah agar pembaca atau pendengar mampu memahami dan benar – benar mengerti makna dari puisi tersebut. Imaji biasanya dikategorikan kepada beberapa Citraan, yaitu :
  • Citraan Penglihatan
  • Citraan Pendengaran
  • Cintraan Perabaan
  • Citraan Penciuman
  • Citraan Pengecapan
  • Citraan Gerak
  • Citraan Perasaan
  • Citraan Intelektual

 d. Unsur Simbol (Lambang)
Simbol atau lambang merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata – kata dalam puisi bisa saja merupakan suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain. Contohnya “Hati yang Terbuat Dari Baja”, kata “Baja” dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan atau menjadi simbol kekuatan yang sulit untuk dipecahkan.

e. Unsur Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Sebuah puisi disusun atas kata – kata tertentu yang penuh makna dan juga indah untuk didengar. Kata – kata tersebut berfungsi terhadap keseluruhan makna yang terdapat dalam puisinya. Musikalitas Puisi yang dimaksud adalah penyusunan kata – kata yang bermakna, indah, dan juga menarik didengar bunyinya sehingga menarik bagi pembaca atau pendengar puisi tersebut.

f. Unsur Gaya Bahasa
Dasar dari suatu susunan puisi adalah bahasanya. Setiap Penyair memiliki gaya bahasa yang berbeda – beda, gaya bahasa ini menjadi pilihan penyair sesuai dengan pikiran dan perasaan saat membuat puisi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan pemilihan kata pada puisi, diantaranya adalah bedanya zaman, pengalaman hidup penyair, perbedaan tempat budaya, dll.

g. Unsur Amanat
Seperti yang telah saya jelaskan diatas, setiap puisi memiliki makna tertentu. Oleh karena itu puisi yang baik memiliki amanat yang hendak disampaikan. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah memahami tema, makna, bunyi, dan makna dalam puisi tersebut. Amanat dalam suatu puisi biasanya disampaikan secara tersirat, jadi kita harus memahami puisi tersebut dengan benar untuk mendapatkan amanat penyair tersebut.

2. Unsur Ekstrinsik Puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsur pada penyair yang tidak berhubungan secara langsung dengan puisi tersebut. Artinya unsur ekstriksi adalah unsur luar puisi, diantaranya adalah :
  • Keadaan Sosial Penyair
  • Lingkungan Penyair
  • Profesi Penyair
  • Pengalaman Penyair
  • Kondisi Ekonomi Penyair
  • Peran Penyair dalam Masyarakat
  • Dll.
Artikel Penunjang : Pengertian,Unsur, Struktur, dan Jenis – Jenis Kalimat
C. CIRI – CIRI PUISI
Pada prinsipnya Unsur dan Ciri puisi tidak jauh berbeda, namun secara umum puisi memiliki ciri – ciri sederhana sebagai berikut.

1. Pola Bunyi (rima)
Pola Bunyi atau Rima adalah penataan bunyi dari kata – kata yang menyusun puisi tersebut. Penataan bunyi tersebut dapat dilihat dari setiap baris juga bisa diamati dari berberapa baris dalam satu bait. Penataan Bunyi Puisi bisa dilakukan secara sengaja oleh penyair dan bisa juga tertata secara kebetulan.

2. Irama (Ritme)
Irama bisa diartikan sebagai pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi. Irama digunakan untuk memperindah puisi sehingga nilai puisi tersebut baik. Irama dapat mempengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.

3. Diksi (Pemilihan Kata)
Puisi memiliki pemilihan kata yang khas, kata – kata dalam puisi tidak sama dengan yang dipakai sehari – hari. Penyair biasanya memilih susunan kata yang indah, enak didengar, dan juga memiliki makna yang mendalam sehingga pembaca atau pendengar dapat menikmati puisi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA :
Kusmayadi, ismail. 2007. Think Smart Bahasa Indonesia Kelas XII. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Romadhona, Gita; Oktavia, Widyawati.2011. Superlengkap Bahasa Indonesia SMP. Jakarta : GagasMedia
Damayanti, Dewi. 2012. Buku Pintar UN SMP 2013. Jakarta : Cmedia

Nah itulah pembahasan kami terkait dengan topik kali ini yaitu “PUISI”, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat. Apabila masih ada pertanyaan tentang artikel ini, silahkan pertanyaannya diisi di kotak komentar. Terimakasih telah berkunjung ke softilmu, sering – sering mampir ya.

animasi


Bertepuk Sebelah Tangan

Ku rasa semua tak adil
bagiku
apa arti semua pengorbananku
saat ini terhadapmu
apa...?!
aku menunggu setiap
waktu
dan ku hanya bisa
menunggu........ menunggu...
dan menunggu kau disini
Tapi
nyatanya pengorbananku
sia...sisa
hanya sebatas bayangan 
yang terlintas di anganku
yang selalu berharap 
kau jadi milikku 
Aku mau kamu...!
tapi.... kenapa kau milih dia
apa salah ku 
apa.. kisah cinta ku bertepuk sebelah tangan





Selasa, 08 Agustus 2017

KESEPIAN KU

duduk dalam renungan 
menunggu seseorang yang datang menghampiriku 
kesepianku tlah menusuk 
kehidupan ku yang gelap 
ingin ku lari tiada henti 
terhindar dari kesepian yang perih

ingin ku panggil nama mu
disudut jalan yang ku lalui
dan ku meminta kepadamu 
tolong....!
tolong...aku
temani aku disini 
dan menghapus kesepianku 
yang pedih 









Teknik dan Cara Membaca Puisi agar Mengesankan    

cara%2Bmembaca%2Bpuisi

Teknik dan Cara Membaca Puisi agar Mengesankan - Pembacaan puisi pada dasarnya harus dilakukan dengan baik agar pesan dari puisi dapat tersampaikan kepada pendengar. Membaca puisi tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan melainkan ada teknik dan cara-caranya. Namun sampai saat ini masih banyak siswa yang belum bisa membawakan puisi dengan baik. Nah oleh karena itu pada pertemuan kali ini admin akan memberikan info tentang bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi, antara lain adalah pelafalan, intonasi dan ekspresi. Kegiatan membaca puisi sendiri mengacu pada dua hal yaitu membaca puisi untuk diri sendiri dan membaca untuk orang lain. Membaca puisi di depan orang lain dianggap lebih sulit apalagi untuk pemula. Meskipun demikian, baik buruknya cara membacakan puisi di depan orang lain tergantung pada membaca puisi untuk diri sendiri.

Teknik dan Cara Membaca Puisi

Membaca puisi untuk orang lain pada dasasrnya sama dengan memgkonkretkan sebuah puisi, baik dalam bentuk audio maupun visual. Pembacaaan demikian disebut deklamasi. Deklamasi akan melibatkan unsur pembaca, pendengar, dan puisi yang dibaca. Pembaca memiliki peran yang sangat dominan dalam menghidupkan puisi agar dapat dinikmati pendengar. Maka dari itu, dalam membaca ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti, alat ucap, faktor kebahasaan, dan faktor-faktor non kebahasaan. Dengan menguasai ketiga faktor tersebut akan memudahkan dalam berdeklamasi.

1. Pelafalan

Pelafalan adalah suatu proses atau usaha  untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik itu suku kata, kata, frasa, ataupun kalimat sesuai dengan jiwa dan tema puisi.

2. Intonasi

Intonasi adalah penyajian tinggi rendah irama puisi dengan memerhatikan jenis-jenis tekanan, seperti tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo. Simak penjelasannya di bawah ini.

a. Tekanan dinamik
Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata yang terpenting menjadi sari kalimat atau bait puisi.

b. Tekanan nada
Tekanan nada, adalah tekanan tinggi rendah, perasaan girang, gembira, marah, sedih, gundah, galau, dan suasana hati lainnya.

c. Tekanan tempo
Tekanan tempo, yaitu lambat atau cepatnya pengucapan suku kata atau kalimat.

3. Faktor Non Kebahasaan

Faktor non kebahasaan atau ekspresi terbagi menjadi beberapa hal antara lain sikap, gerak gerik dan mimik, volume suara, serta kelancaran dan kecepatan. Simak penjelasannya berikut ini.

a. Sikap
Sikap merupakan kunci kesuksesan membaca puisi dihadapan orang, maka dari itu diperlukan penguasaan sikap yang sempurna oleh pembaca. Selama membaca puisi, sebaiknya pembaca berusaha mendapatkan perhatian yang positif dari pendengar atau penonton. Hal yang harus dilakukan adalah sikap yang wajar dan ketenangan menghadapi orang lain. Untuk dapat menguasai dua hal tersebut, pembaca dituntut untuk berlatih dan menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang agar ketika tampil tak akan gugup dan sikap yang ditunjukan dapat sempurna.

b. Gerak-gerik dan Mimik
Gerak gerik dan mimik adalah faktor yang penting dalam membaca puisi didepan orang banyak. Penggunaan gerak-gerik dalam pembacaan puisi dapat membangkitkan gairah pendengar untuk mendengarkan puisi yang anda bawakan. Selain itu penggunaan mimik yang tepat sesuai dengan tema puisi juga haruslah dilakukan dengan baik agar seolah-olah pembaca ikut mengalami dan merasakan apa yang terdapat di dalam puisi yang dibacakan. Oleh karena itu, pembaca dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh agar mimik yang didapatkan bisa sempurna.

c. Volume Suara
Volume suara yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tempat dan jumlah perkiraan jumlah pendengar. Jika pembacaan puisi dilakukan di tempat yang terbuka maka sebaiknya volume suara lebih lantang dan jika pembacaan puisi di dalam ruangan volume suara harus menyesuaikan luas tempat agar pendengar dapat nyaman mendengarkan puisi yang anda bacakan. Untuk pementasan puisi saat ini sangat banyak menggunakan pengeras suara atau mic. Maka dari itu pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mic agar suara yang dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan ataupun tidak terlalu keras.

d. Kelancaran dan Kecepatan
Kelancaran dan kecepatan sangat mempengaruhi pendengar dalam menikmati puisi yang dibawakan. Kedua hal tersebut harus benar-benar dicermati agar pendengar dapat menikmati puisi yang dibacakan dengan baik serta pesan yang ada di dalam puisi juga dapat tersampaikan. Kelancaran membaca puisi erat kaitannya dengan latihan, karena hanya dengan latihan maka akan didapatkan kelancaran membaca yang baik. Selain itu kecepatan membaca juga harus diperhatikan, apabila kecepatan membaca puisi terlalu cepat maka pendengar akan sulit memahami isi puisi dan jika terlalu lambat juga akan membuat pendengar jenuh.


Agar dapat mengespresikan puisi yang dibacakan seharusnya sobat juga harus memahami isi puisi yang dibacakan. Untuk memahami isi puisi juga dibutuhkan kecermatan karena pada umumnya puisi banyak yang menggunakan bahasa kiasan dan bahasa simbolik. Oleh karena itu, untuk memahamai isi puisi tersebut sebaiknya sobat mengerti terlebih dahulu bahasa-bahasa kiasan dan simbolik yang terdapat di dalam puisi yang akan dibacakan. Nah untuk melatih teknik membaca puisi anda maka simak juga artikel Contoh Puisi Pendek yang Mudah di Pelajari

Artikel teknik dan cara membaca puisi yang baik dan benar ini diperlukan kemampuan khusus serta kepercayaan diri yang baik agar pembacaan dapat dilakukan dengan sempurna. Semoga artikel ini membantu sobat dan sampai jumpa pada pertemuan yang lebih menarik lagi tentunya.

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...