kutulis kutipan puisi
untuk mu yang disana
tetesan air mata yang mengalir
di pipiku
entah kenapa tak ingin
berhenti menyesali penyesalanku
entah kenapa melepasmu
hatiku penuh dengan penyesalan
fikiranku terus menerus
tumbuh dan hidup di
isi dengan penyesalan
aku tak tau harus gimana
mengapa aku begini
terus menerus dihatui oleh
rasa bersalah di ingatanku
dan aku hanya bisa
membeku terdiam dan tak ada
kata maaaf darimu
dan kau begitu saja meninggalkanku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar