Jumat, 11 Agustus 2017

Penyesalan

kutulis kutipan puisi 
untuk mu yang disana
tetesan air mata yang mengalir 
di pipiku
entah kenapa tak ingin 
berhenti menyesali penyesalanku
 entah kenapa melepasmu
hatiku penuh dengan penyesalan
fikiranku terus menerus
 tumbuh dan hidup di
isi dengan penyesalan

aku tak tau harus gimana
mengapa aku begini
terus menerus dihatui oleh
rasa bersalah di ingatanku 
 dan aku hanya bisa
membeku terdiam dan tak ada 
kata maaaf darimu 
dan kau begitu saja meninggalkanku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...