Selasa, 15 Agustus 2017

Jarak dan Rindu

Malam ini aku bercengkerama dengan gerimis,
yang rintiknya sejak tadi
seolah memuisikan sebuah rasa
yang membersamai jarak. Rindu.

Bicara soal jarak,
bagi sebagian orang terdengar tak menyenangkan.
Mungkin juga bagiku.
Tetapi itu dulu,
sebelum akhirnya kamu datang
dan memberiku alasan untuk merindu.

Detik itu, masih terekam jelas di kepalaku,
kali pertama aku mulai mengabadikan lengkung senyummu
dalam pigura sederhana di ponselku.
Senyum yang dengannya aku merasa bahagia,
melantarkan mataku seolah enggan
beranjak untuk luput memandanginya.
Namun, lagi dan lagi semua perihal jarak,
yang membatasi ruang pandangku terhadap sosokmu
yang berada dalam radius tak dekat.

Terkadang bahkan seringnya aku
merenungkan satu hal.
Bagaimana bisa rindu memegang peran seperti itu,
ia meluluhlantakkan jarak yang nyatanya terbentang di antara kita.
Ia melipatnya dengan rapi tepat pada tiap sisi serta sudutnya.
Lalu meniadakan ragu,
yang kerap merutuk menghiasi prasangka yang sulit diredam,
sebab raga tak mampu saling mendekap
untuk menenangkan batin satu sama lain.

Karena jika jarak adalah suara paling lantang yang pernah ada,
maka rinduku adalah bahasa kalbu paling bisu adanya.
Bagaimana tidak?
Ia paham betul perihal rasa
antara dua manusia yang tak bisa saling bertatap netra.
Ketika jarak menghadirkan jeda,
maka rinduku menjelma kata yang tak memerlukan
tanda tanya pada akhir kalimatnya.

Rindu ini terus menjalar,
menyisir aliran jarak inci demi inci tanpa alpa.
Masing-masing dari kita tak menjanjikan
bahagia yang sempurna,
tetapi kita percaya bahwa setia dan doa
mampu meleburkan segala kegundahan jiwa.
Jika rindu ini mampu dikirimkan bersama untai bait-bait doa,
maka temu dan hidup bersama kelak akan jadi sebuah muara,
hingga jarak antara kita hanyalah sejauh dua tatap mata
yang bertemu di satu titik yang sama




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...