Sabtu, 21 Oktober 2017

Remuk Redam

aku sangat ingin menyadarkan diriku bahwa
aku hanyalah pelarian dari sedih sedihmu
yang mengalir pada matamu
seperti lampu darurat yang dibutuhkan saat gelap
seperti alarm di pagi hari agar bisa membangunkanmu dan
bertemu dengannya

aku ingin sekali memberontak
memberikan suara sekeras kerasnya
terhadap pikirian tertutupmu dan hatimu yang batu
seperti batu karang yang di hujami ombak
seperti suarat kucing yang lapar

tetapi kau hiraukan

aku ingin menjadi jarum jam pada kamarmu
menjaga engkau agar lama bermimpi indah meski itu bukan aku
melambatkan waktu agar kau betah dan bisa bersandar kepadaku meski
sikupmu dingin

aku ingin menjadi lantunan lagu yang terdengar di telingamu
saat berada dalam kereta
bukan pemberitahuan yang kau hiraukan
dan hanya tertuju kepada stasiun akhir

aku ingin tetapi kau menolak itu semua
prilaku, tutur kata dan tatapan mata semua sia sia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...