Rabu, 28 Februari 2018

Hilang

Hanya terlintas bayangan dia di tetesan air hujan
wajahnya, gerak geriknya, tawanya
jelas di memori yang tak terbatas untuk mengingat

Aku salah lakukan itu
lakukan dengan terburu buru tidak melakukan seperti
siput yang berjalan yang santai tapi sampai pada tujuan
tapi malah aku lakukan seperti anak panah yang di lemparkan dengan cepat
pada akhirnya tidak kena sasaran pada tempatnya

Aku bodo dan ceroboh
dengan mudahnya ku berkata dan dengan mudahnya hatiku
dirobek dengan mulut yang tak bersalah

Maaf aku hanya wanita hijab yang inginkan kamu jadi imamku
tapi dia tidak lah menginginkan aku
yang dia ingikan nya seorang gadis cantik berparas manis
dan menurutku untuk ku tidaklah mungkin
hanya sebatas hayalan ku

Hayalanku entah seberapa tinggi monas atau
seberapa tingginya langit yang mengelilingi bumi
tapi yang aku mau kamu yang jadi milikku

Tapi semua hilang
hilang dilalap api terbakar harapan menjadi abu
yang tertiup angin dan hilang begitu saja
semua hilang wajahnya, tawanya senyumnya hilang
dan semua memori tentang dia pun HILANG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terblokir

ay mungkin sapaan ku tak lagi asing dengan kata ay atau mungkin ucapan ku tak lagi menarik seperti sekian dulu ya,mungkin seperti itu cermin...